Daerah
perkotaan menjadi pusat kegiatan penduduk yang membutuhkan sarana dan prasarana
dalam jumlah yang memadai. Namun demikian ketersediaan sarana dan prasarana
kota menjadi faktor pendukung perkembangan kota dan wilayah. Semakin baik
keadaan sarana dan prasarana kawasan perkotaan, maka semakin baik juga
pengaruhnya terhadap kondisi sosial ekonomi di kota tersebut. Fasilitas
infrastruktur memegang peranan penting pada kegiatan-kegiatan swasta dibidang
ekonomi.[1] Namun demikian potensi
daerah yang berbeda-beda antara satu daerah dan daerah lainnya, merupakan
peluang yang harus dikembangkan untuk dimasukan dalam pembangunan daerah.[2]
Pembangunan sarana dan prasarana
berkaitan dengan peningkatan aktivitas kota. Pembangunan infrastruktur
mendukung tumbuh kembangnya kegiatan dalam kota. Infrastruktur dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, mendukung tumbuhnya pusat
ekonomi dan meningkatkan mobilitas barang dan jasa. Pembangunan wilayah
bertujuan untuk memperkecil kesenjangan pertumbuhan dan ketimpangan
kesejahteraan antar wilayah.[3] Pemerintah perlu membangun
infrastruktur yang dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat dalam
jangka panjang. Peningkatan aktivitas kota menjadi faktor utama untuk menggerakan
pembangunan sarana dan prasarana kota. Jaringan transportasi menentukan
kelancaran arus barang dari satu daerah ke daerah lainnya.[4] Secara sosial jasa
tranportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai kemudahan dalam
aktivitas di kota.
Transportasi dapat dikaitkan dengan
aksesibilitas suatu wilayah. Dalam pembangunan kota keberadaan sarana dan prasarana
transportasi tidak dapat dipisahkan dalam rangkaian program pembangunan. Terjadinya
peningkatan aktivitas kota didukung oleh sistem transportasi yang baik.[5] Pertumbuhan dan
perkembangan sarana dan prasarana kota ditentukan oleh pusat kota sebagi pusat
jasa dan perdagangan. Wilayah Kota Kecamatan Sidareja menjadi pusat aktivitas
penduduk dengan berbagai kegiatan. Kota Kecamatan Sidareja merupakan pusat dari
berbagai kegiatan fungsional seperti perdagangan, pemerintahan, perumahan dan
rekreasi.
Tingkat pemenuhan kebutuhan
fasilitas kota menjadi ukuran tingkat kesejahteraan masyarakat. Penyediaan
prasarana dan sarana umum merupakan tanggung jawab pemerintah, baik untuk
memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari maupun kebutuhan sekunder. Tanggung jawab
tersebut berkaitan dengan penyediaan dan pengaturan dalam pengelolaan prasarana
dan sarana perkotaan.[6] Prasarana yang dibangun
harus dapat dimanfaatkan sampai pada masa yang akan datang, maka diperlukan
upaya pemanfaatan dan pemeliharaan. Namun demikian prasarana yang dibangun
tidak memberikan manfaat dalam waktu jangka panjang akibat lemahnya
pengelolaan, akan berakibat pada tidak tercapainya harapan masyarakat dan
tujuan program.
[5]Armin, Mido., “Pengaruh
Perkembangan Transportasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi” (http://arminsiparacca07.blogspot.co.id., dilihat pada 15
April 2018).
Comments
Post a Comment